Mbak Jud

Standard

Setelah sekian lama (bangeet) tidak menengok cerita perjalanan mbak Jud, petang ini kusempatkan untuk menengok dan mencoba merangkai serpihan-serpihan memori perjalanan yang sudah kami lalui hampir 7  bulan terakhir.

Pastinya mbak Jud  bertambah besar (sudah harus ganti ukuran sepatu dan baju), bertumbuh meninggi, BB bertambah (orang jawa bilang soyo antep), Alhamdulillah semakin ngeyel, kadang suka berdebat, tidak mudah dibujuk-bujuk (sudah mulai punya pendirian). Sudah pinter nyruh-nyuruh iyungnya in her way. Salut untuk staminanya yang luar biasa kuat, tahan banting meski tiap hari menempuh rute pp sekolah yang tidak pendek . Suwun mbak Jud untuk segala pengertianmu!

Apalagi yaa…eehmmm…hampir 7 bulan lalu mbak Jud merayakan ultah yang ke-5 dalam keadaan meriang. Ibuk saya pernah bilang bahwa bila anak saat akan bertambah umur kemudian sakit (panas/meriang/mencret) tidak perlu dikuatirkan. Sakit itu tanda bahwa anak akan bertambah pintar…Aamiin!

Pada kenyataannya dengan bertambahnya umur, mbak Jud memang semakin pintar, progress EQ-nya luar biasa , dalam bertenggang rasa, berbagi, mingle dengan teman-teman sekolahnya, patuh pada para guru, tertib di sekolah dan di rumah, kesantunannya – budaya bilang permisi, tolong, terimakasih, maaf, yang diajarkan di sekolah dan kemudian kami terapkan juga di rumah sepertinya sudah run in her blood. Terkadang dia minta maaf ke saya dengan memberikan pelukan…tetiba yang bilang sama saya ‘Yung, peluk dulu’…mleleeeh. Perkembangan yang sangat luar biasa untuk saya 🙂

Kalo ngeyelnya mbak Jud itu semacam ini, sedang mainan ‘pasaran’ lalu saya memberi ide untuk pakai mangkuk yang lebih besar dan saya minta dia yang ambil, dijawabnya ‘Iyung aja (yang ambil)!’ bhahahahhaha.

Tambah cerewet? Pastinyaa!!!! PR iyungnya juga makin banyak dan susah niih, menebak2 tiap kata yang keluar dari mulut mungilnya, kemudian mencoba mengkoreksi meski kadang di-eyeli! Gimana agak dieyeli wong menurut dia, iyungnya salah! Hahhahaa . Sekaligus tantangan untuk terus bisa menstimulasi kemampuan wicara-nya.

Oh iya, beberapa waktu lalu melalui grup wasapp dan FB Potads, saya bertemu dengan beberapa orangtua yang baru saja mendapatkan hak istimewa dari Tuhan dengan dititipi seorang anak dengan Down syndrome. Saya berharap, siapapun yang pernah mampir, sedang mampir, dan akan mampir ke blog ini bisa mendapatkan suntikan semangat dari kami.

2016_jud-at-sosietet-taman-budaya-yogyakarta-15

Mbak Jud itu sempurna dari sisi manapun (photo by Nico R. Haryono)

img_20161018_141940

18 Oktober 2016. Bersama para ‘dayang’ 🙂 Ini terjadi saat saya jemput skul, teman-temannya bergegas mengambilkan sepatu dan membantu memakaikannya. sweeet!! salah satu temannya juga bergegas mengambilkan tas sekolah Jud kemudian diserahkan ke saya.

img_20161120_134815

20 November 2016. Ini di showroom YPCM, tempat di mana saya biasa membelikan mainan edukatif dari kayu. Hebatnya Jud, dia tidak kemudian ngambek saat waktunya pulang dan tidak merengek minta dibelikan mainan. Saat itu memang tujuannya mengantar teman tidak membeli mainan.

img_20170108_071254

8 Januari 2017, Sidewalk Malioboro. Nganyari, mumpung masih resik

img_20161221_181431

21 December 2016. After school, mangsak duluuu di kantor Iyung

img_20161113_142302

Bersama Nor, tunggu yaa nanti Nor juga akan punya rangkuman ‘cerita’ seperti blog Jud ini 🙂

1479367292680

Selalu antusias setiap mendapatkan buku baru.

img_20161219_191616

19 Desember 2016. Yung, aku sudah selesai, foto ya Yung!

img_20161015_154706

15 Oktober 2016. Huruf Hijaiyah itu semacam ‘symbol’ jadi ADS pasti bisa ‘membaca’nya.

 

 

Beating the Down

Standard

Jud will turn 5 on June 21.
This little girl is soooo amazing, she’s such a great warrior at her age, her spirit has no limit. Dare to say that she beat the Down, already! Enjoy!!

DSCN5576

Matching the Whale Twin

DSCN5577

Matching Egg

DSCN5578

Matching color

DSCN5579

Tracing the line, 1st & 2nd line assisted by mom :))

DSCN5581

Learn to count. Please ignore the way she draw the line 😀

DSCN5582

Learn to count

IMG05653-20160517-1901

The way she colors the cat getting more neat. She also drew the second picture by herself, I just added weavy line on some parts. She said that it was a whale, appreciate her imagination.

IMG05365-20151210-1604

Mom, look! Hat!  with a finger pointed to the crayon wrapper put on her head. I said, that’s a tiara, Jud. No, Mom! It’s a hat!, Jud insisted..:))

IMG05528-20160306-1340

She handed me the phone and said; Mom, take a picture of me. Then she posed like a model :))

IMG_3620

She’s a big big girl in a big big world !! Photo by Rachma Safitri

 

IMG_3643

Singing ‘Baba Black Sheep’ performed with her peers (Katadema English Club). Foto by Rachma Safitri

DSCN 1772

Congrats, Jud!! All your achievements now  is from your hard work, proud of you !

Keep shining and rocking!!!

 

 

 

 

Jud Bisa ‘Membaca’

Standard

Keren ya judulnya? Pasti siapapun akan mengira kalau Jud benar-benar bisa membaca huruf A-Z, atau bahkan mengira Jud bisa membaca kalimat ‘AKU CINTA KAMU’ hahahahaaha. I do hope, she’ll be able to read a story one day! Writing tons of stories as well.

Ya, Jud memang bisa membaca tapi yang dia baca adalah ‘gambar’ bukan tulisan. Di rumah ada sekitar 50 flashcard dan Alhamdulillah 70% dari kartu-kartu tersebut bisa dibaca dengan benar oleh Jud. Amaze, takjub, itulah yang selalu aku rasakan. Kartu-kartu tersebut merupakan salah satu media yang kami gunakan untuk mengenalkan kosa kata baru kepada Jud. Diawali dengan 3 kartu kemudian meningkat jadi 5, 8, 10, dst. Sesekali kami coba dengan menunjukkan dua kartu yang berbeda, semisal satu gambar apel, satu gambar ikan kemudian kubilang ke dia ‘Tolong ambilkan apel’ . Setelah dia mengambil kartu yang benar kemudian aku susul dengan kalimat ‘Sekarang kita maem apelnya’ maka kami berdua pura-pura maem apel. Kalau pas nemu kartu ‘warna’ aku cari benda yang memiliki warna yang sama dengan kartu yang sedang dia baca.
Satu kejadian lucu tapi menurutku ini juga menunjukkan sisi kecerdasan Jud, dua kartu di bawah ini dibaca Jud : ‘Bobok’, pastilah tertawa waktu dia bilang seperti itu, tapi kemudian aku berikan penjelasan. Aku tidak mengatakan bahwa dia salah, kukatakan bahwa yang gambar A tidur memakai selimut sedangkan yang B tidak pakai selimut.

sleep - blanket

Oleh Jud, dua kartu di atas dibaca ‘bobok’, saat itu usianya  3.5th

Setelah bisa membaca hampir seluruh kartu yang kami tunjukkan kepadanya, sekarang kalau main flashcard ganti kami yang harus ‘membaca’ dan dia akan bertanya ‘ni apa?’ sambil menunjukkan kartu-kartu tersebut persis seperti yang kami lakukan.

Akhir-akhir ini Jud sedang senang-senangnya melihat video lagu-lagu anak-anak, kebetulan sebagian besar dalam bahasa Inggris. Bukan untuk gaya-gayaan, karena setelah browsing lebih gampang nemu yang berbahasa Inggris. Pernah akan donlot cerita tentang si Kancil tapi kok dubber-nya ngomong ‘kurangajar’ waah ya mboten jadi didonlot, hehehee.
Mengajarkan bahasa Inggris bukan tujuan kami, kami hanya ingin memberikan alternatif ‘hiburan’ untuk Jud, mengingat kami tidak memasang TV di rumah kontrakan. Selama di kontrakan, mainan dia adalah buku, buku, buku, buku, puzzle, crayon, spidol, white board, laptop2an, piano-pianoan. Kenapa bukunya ditulis sampai 4 kali? Hahahaha iya karena memang mainan dia sebelum dan setelah bangun tidur adalah buku. Bahkan kalau mengajak bermain dia kan bilang, ‘Tik, ayok maen buku!’ hahaha
Kejutan demi kejutan dia berikan, diawali dengan dia bisa menambah kosata baru ‘red apel’ (2 suku kata sekaligus). Fish, merupakan kosa kota bahasa inggris-nya yang pertama, disusul dengan bird, cat, frog, bee. Sekarang kosa katanya bertambah (meskipun cadel) red, (y)ellow, green, oyens (orange), blue….dan kami tidak pernah mengajarkan itu semua. Dia belajar sendiri dengan mendengarkan, melihat, kemudian menirukan, rengeng-rengeng mengikuti video lagu-lagu yang tengah dia tonton. Di saat dia sudah antusias untuk menirukan maka barulah kami mengkoreksi pengucapannya. Bermain, bernyanyi,dan menari sambil belajar, itu yang bertiga kami lakukan. Tanpa ada paksaan, tanpa harus mendatangkan guru private. Budhenya dan saya adalah guru terbaiknya, haiiiisshhh hahahahahaha

IMG_9907

menyanyikan ‘head shoulder knees and toes’ When I said ‘head’ she touched her head. (Foto by Alfianwidi)

IMG_9906

She said ‘NOSE’. Foto by Alfianwidi

Kejadian ajaib terjadi lagi minggu lalu, saat mau tidur dia bilang main buku. Maka kuambilkan buku kecil yang sedang jadi favorit-nya. Saat sampai pada halaman angka-angka (1-10) dibacanya seperti ini : (s)atu, (d)ua, tri, fo, (l)ima, six, (s)even, (del)apan, nain, ten! Langsung tak uyel-uyel dan kami tertawa bersama-sama. Meskipun di hari berikutnya dia membaca semua angka dalam bahasa Indonesia, tapi aku tahu Jud sudah merekam banyak kata dalam memorinya. Tinggal menunggu waktu untuk memberikan kejutan-kejutan cerdas pada biyung dan budhenya.

Setiap anak terlahir unik, mereka tidak bisa dibandingkan satu sama lain. Begitupun dengan anak berkebutuhan khusus, memahami dan menerima bahwa anak-anak tersebut mempunyai keterbatasan dan kekurangan merupakan hal utama yang harus dimiliki oleh setiap orangtua. Ketelatenan dalam menstimulasi dibarengi dengan kesabaran itulah kunci supaya kelak kita bisa melihat anak-anak menjadi anak-anak yang mandiri. Andaikan anak-anak (abk) kemudian bisa berprestasi itu merupakan bonus dari Gusti untuk anak itu sendiri dan orangtuanya.

Jadi beibs, gak usah panik kalau anak-anak belum bisa calistung, they will reach their milestone when they are ready. Tetap tersenyum, tetap semangat! Salam Settrrooooooonngg!!!

Saya sertakan beberapa link di mana kita bisa donlot gratis worksheet dan flashcard secara gratis. Mudah-mudahan bermanfaat.

http://www.worksheetfun.com/2015/02/11/letter-tracing-worksheet-capital-letters-3/

http://www.eslflashcards.com/

http://esl-kids.com/flashcards/transportation.html

All Life Has Value

Standard

Right after delivered my daughter neither the OB/GYN nor the pediatrician told me that my daughter has a Down syndrome. The OB/GYN shook my hand, gave me a kiss, said ‘congratulation’ then off 🙂
While the pediatrician told me about the chromosome abnormality carried by my daughter 7 days after my labor.  Later, I really appreciated her decision to talk to me ‘eye to eye’ to deliver her diagnosis. She delivered the Down syndrome diagnosis in a right way that she gave me hope and encouragement, not fear.

Flash back to the moment after my labor and then finally knew that my daughter has a Down syndrome, I tried to write down some points which might to be considered by both OB/GYN and Pediatrician.

If you’re an OB/GYN you ‘ll be someone who has a chance to deliver a prenatal diagnosis of Down syndrome and I understand that it’s  such  difficult responsibility of your work. Trust me that if you deliver the prenatal diagnosis in a right way along with the updated and accurate information about Down syndrome not the old and inaccurate ones, parents will decide to continue the pregnancy without any hesitations. Please don’t give them options ‘terminated/aborted’ or ‘continued’ as all life has value.

If you’re a Pediatrician, please become an amazing pediatrician by saying ‘Congratulation’ instead of ‘I am sorry’, if you found that a little girl or boy of your patient has a Down syndrome since all babies should be honored and welcomed. Please give them your sweetest smile and help them to understand what causes a baby to be born with Down syndrome. Some mothers think that it’s because her fault that their baby was born with Down syndrome. It related with ‘things’ they’ve done before and during their pregnancy which caused their baby has Down syndrome. Therefore it is very important to give them an accurate and updated information about Down syndrome.

My experience was, our pediatriacian directed me for not looking back to find out things caused my daughter born with Down syndrome, She helped us in arranging so many lab tests which should be done, she wrote down which one has top priority and ones that less priority. When my daughter was in her hard time and should be hospitalized she’s always there for us even while she’s on her holiday. Me so thankful that God allowed us to meet her 🙂

I just thinking, what if the pediatrician kept silent, told nothing about the DS? What will happen with my daughter now? Will I take her to see cardiologist? Will she get an appropriate treatment and therapy? Will I try to serve the healthy and nutritious food?

I’m one of the privileged ones chosen to raise a child with Down syndrome. That’s the reason why I value the life of my daughter, I value her as a perfect person, the result is that she’s growing up so brightly.

IMG_7667

no regret!! (photo by alfianwidi)

 

IMG_9416

she can say ‘red apel’, learning by listening and watching (photo by alfianwidi)

 

IMG_7612

explain her project to her partner mbak Rachma Safitri..lol! (photo by alfianwidi)

 

A Beautiful Daughter God Made for Me

Standard

 Jud, was born on June 21 with Trisomy 21, what a blessed! 🙂

Really that she’s a lovely daughter God send to me. Every single time whenever close to her is an amazing moment, since her babyhood until today.

precious moment

precious moment

Lama bingit ternyata tidak update blog…blogger abal-abal ya gini inih, hhahahaha

Well, lumayan banyak progress Jud selama satu tahun kemarin. Vocabnya sudah nambah dan pengucapannya juga sudah semakin (lumayan) jelas.

Sudah hapal lagu ini dan gerakannya :

Titik : Anjing

Jud : Dog

Titik : Kucing

Jud : Ket, kadang seperti terdengar ‘Tet’

Titik : Kupu-kupu

Jud : (a)terflai

Titik : Burung

Jud : Bed (e diucapakan seperti pada kata ke)

Titik : Ikan

Jud : Fis

Titik : Gajah

Jud : e..fan

Lagu itu aku nyanyiin buat Jud dari sejak Jud umur 1th, cuek aja mesti dia cuma bengong waktu itu.

Yakin kalau dia mampu merekam apa yang aku ucapkan, and time proved it! She stored and recorderd in her memory everything she’s seen, watched, heard and when the right time came, all are just came out from her tiny lip. BEAUTIFUL!!!

Saat kubacakan cerita dan ada gambar ikan, kucing, atau burung , trus aku tanya ini gambar apa Jud sambil nunjuk gambar ikan dia akan jawab, FISH! Kadang belum ditanya dia udah tunjuk sendiri gambarnya sambil bilang FISH. Pinteeeerrr!!! 🙂

Sedikit-sedikit mulai bisa merangkai kata, seperti saat digangguin kakak sepupunya yang sudah kalungan handuk mau mandi, Jud tiba-tiba bisa bilang ‘Nowo…andi…bau’! maksudnya Nowo mandi, bau! Hahahaha, sambil penjet hidung gitu! Atau dia mengajakku to sing a song ‘Tik, anyi…balon!’, maksudnya mengajak aku nyanyi balonku ada lima.

As I said many times, that kids with Down syndrome just need a longer time to achieve milestone compare to typical kids. So, be patient parents who has a kid with Down syndrome. One day you will witness that your kid will say goodbye to her/his babyhood, run to you with their arm wide open, hug you, and give her/his contagious smile to you 🙂

Down syndrome isn’t a disease, so there’ll be no cure. What we can do is give our kid the proper treatment, give them appropriate therapy, feed them with the healthy and nutritious food (it doesn’t mean an expensive food) to help their body and their brain. Would be great if you can add a recommended food supplement to protect their body and buster their ability, but it’s not a must.

Those treatments, therapy, food, and food supplement will help our kid improve her/his quality of life, but not to cure them, not to make them become as smart as typical kids.

The most importantly give your kid your unconditional love, accept her/him as who they are. Why love? Because love will give you strength to do your best for you kid, you will give best treatment, best therapy, serve the healthy and nutritious food, give best education.

Have you experienced with strange looking from people whenever you and your kid in a public? You will get use to that look, just learn to enjoy it. If both of you become center of attention on a public just keep in mind it’s because you both are outstanding beyond others! 🙂   Believe me, you’ll become immune to that look.

Waah, malah nrocos nih, hehehehe

Tapi bener kok kita akan terbiasa dengan tatapan aneh dari orang-orang yang kebetulan melihat anak kita berbeda. Tapi, dengan berjalannya waktu, kita akan terbiasa. Pengalaman aku dengan Jud, justru akan bagus kalau anak kita di-ekspos, jangan diumpetin. Kalau ada acara keluarga di luar rumah, ajak dan libatkan. Jud sekarang makin ramah, tiap jalan di sekitar rumah asal ada yang dia kenal dia sapa…mbaah, mamak, pakdhe…kalau lihat anak2 berangkat atau pulang sekolah dia panggil2 ‘tatak, tatak’ (kakak).

Well, jelang 4 tahun usia Jud. Serasa baru kemarin melihat Jud belajar jalan, setelah bisa jalan, cara jalannya masih miring-miring, kesrimpet-srimpet. Bicarapun juga, lamaaaaa menunggu dia bisa panggil ‘Iyung’ Alhamdulillah sekarang sudah bisa meskipun didiskon jadi Iyun/Biyun’, dan Jud lebih suka memanggilku ‘Titik’ ahahahaha…not a big problem, toh namaku memang Titik 🙂    Eh, Jud juga udah bisa nyebut namanya, ‘Jud Isyah’ sambil nunjuk dadanya.   Benar adanya semua hal berproses.

Jud, banyak impian iyung untukmu. Semoga Allah SWT mendengar dan mengijabah doa-doa iyung untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu untukmu dan bersamamu 🙂

J

Meine Kleine Prinzessin ist Gross Gewachsen….

Standard

Bukan bermaksud sok ke-jerman2an, judul di atas nangkring lama jadi status bbm budhe-nya Jud 🙂
Indeed, Jud udah gedeeee…sdh masuk PAUD…tumbuh meninggi, semakin cerewet, daya tangkapnya meningkat, semakin keliatan klo dia imitator ulung, emosinya sudah mulai tertata, suka musik, suka nyanyi 🙂

Di sekolah diajarkan kemandirian, hasilnya Jud sudah bisa melepas dan memakai sepatu, melepas & memakai baju, makan sendiri makin mahir. Terlihat ada usaha dari Jud utk melakukannya sendiri, meskipun masih perlu dibantu sedikit-sedikit, really appreciated it!

bermain di sekolah, belajar berinteraksi dan beradaptasi. Thanks God, everyone loves her :)

bermain di sekolah, belajar berinteraksi dan beradaptasi. Thanks God, everyone loves her 🙂

minutes before class

minutes before class

dengan mas Raffa, salah satu teman PAUD sesama penyandang down syndrome

dengan mas Raffa, salah satu teman PAUD sesama penyandang down syndrome

belajar mandiri, melapas sepatu dan kaos kaki

belajar mandiri, melapas sepatu dan kaos kaki

Tanggal 12 November 2014, Jud menjadi ‘model’ pada acara workshop untuk para guru PAUD se-Indonesia. Sempet was-was kalau Jud tidak bisa kooperatif. Surprisingly…Jud sangat kooperatif, sudah semakin berani berada diantara banyak orang, tidak takut and malu-malu lagi.
Sebentar mengikuti sesi workshop tersebut, terbersit syukur dan harapan besar bahwa dunia pendidikan semakin memberi perhatian pada keberadaan anak-anak berkebutuhan khusus. Bahwa anak-anak ini membutuhkan perhatian dan perlakuan khusus (khusus ya bukan istimewa, bukan pula minta dimanja).

Workshop oleh Kemendikbud

Workshop oleh Kemendikbud

persiapan simulasi dengan mas Bima, penyandang hiperaktif

persiapan simulasi dengan mas Bima, penyandang hiperaktif

antusiasme peserta wokrshop

antusiasme peserta wokrshop

begitu nyadar banyak yang motret langsung deh...'ciiiiss'

begitu nyadar banyak yang motret langsung deh…’ciiiiss’

terimakasih Jud..toosss!

terimakasih Jud..toosss!

Terimkasih bunda Novy Hikmah, sudah melibatkan Jud di acara ini. Semoga memberi manfaat untuk dunia pendidikan di Indonesia khususnya pendidikan untuk anak usia dini dan anak berkebutuhan khusus.